Dari Barong hingga Komodo: Kolaborasi Lintas Budaya dan Pengabdian dalam Pengabdi Muda #12

LABUAN BAJO – Sebuah perjalanan inspiratif melintasi dua destinasi ikonik Indonesia baru saja usai dilaksanakan. Program Pengabdi Muda #12 yang diinisiasi oleh Yayasan Arah Pemuda Indonesia (API) sukses mempertemukan ratusan pemuda dari berbagai penjuru tanah air pada 14 – 20 Juli 2025. Dengan rute perjalanan dari Bali menuju Labuan Bajo, program ini tidak hanya menawarkan petualangan, tetapi juga sebuah bakti nyata bagi masyarakat pesisir.

Kegiatan ini dirancang unik, memadukan pelestarian budaya kontemporer dengan pengabdian masyarakat berbasis Human Centered & Resource Development.

Mengawali Langkah di Pulau Dewata

Perjalanan dimulai di Bali, di mana para peserta disambut dalam sebuah Gala Dinner yang hangat untuk mempererat jejaring antar-pemuda. Tak sekadar berkumpul, para peserta dibekali kemampuan kreatif melalui Workshop pembuatan Bajo Barong. Inisiatif ini merupakan upaya peleburan dua identitas budaya (Bajo dan Bali) menjadi sebuah karya seni baru yang simbolis.

Keseruan di Bali ditutup dengan One Day Trip untuk menyelami kearifan lokal, sebelum para delegasi bertolak menuju tanah pengabdian sesungguhnya di Nusa Tenggara Timur.

Bakti Nyata di Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca

Puncak dari Pengabdi Muda #12 adalah pengabdian masyarakat di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat. Selama berada di desa yang berada di jantung habitat Komodo ini, para peserta fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan pemetaan potensi desa melalui beberapa sektor:

  • Pemberdayaan Berbasis Manusia: Peserta bekerja sama dengan warga untuk menciptakan solusi atas tantangan kesehatan dan pendidikan di wilayah pesisir.
  • Resource Development: Optimalisasi kekayaan alam dan kreativitas lokal agar masyarakat Desa Pasir Panjang dapat mandiri secara ekonomi di tengah pesatnya pariwisata Labuan Bajo.
  • Culture Performance: Sebagai bentuk apresiasi budaya, digelar pertunjukan Animal Pop Komodo, sebuah seni pertunjukan modern yang terinspirasi dari gerakan fauna lokal, yang berhasil memukau warga dan peserta.

Menjelajahi Cakrawala Nusantara

Setelah menuntaskan misi sosial, para delegasi diajak melakukan Sailing Komodo. Melintasi perairan biru dengan kapal pinisi, para pemuda melihat langsung keindahan alam yang selama ini mereka jaga melalui program pengabdian. Pengalaman ini bertujuan mempertegas rasa cinta tanah air dan komitmen untuk terus menjaga kelestarian alam nusantara.

“Pengabdi Muda #12 adalah bukti bahwa anak muda bisa bersenang-senang sambil memberi dampak. Kita belajar membuat Barong di Bali, tapi hati kita tertinggal bersama anak-anak di Desa Pasir Panjang,” ujar salah satu delegasi.

Program ini membuktikan bahwa sinergi antara pariwisata, budaya, dan pengabdian masyarakat adalah kunci utama untuk membangun Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.